Sumber Daya

Kebun di Atap: Mampukah Mendinginkan Suhu?

Menengah
iStock-1134599101_Ewelina Thepphaboot Photo: © iStock-1134599101_Ewelina Thepphaboot
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
Loading...
Sumber Daya Tipe
Proyek
Mata Kuliah
Rekayasa
Topik
Perubahan Iklim Proses Rekayasa Keberlanjutan
Waktunya beraktifitas
4 - 5 Pelajaran

Dalam kegiatan ini, murid akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan membuat dua simulasi bangunan—satu dengan atap kebun dan satu tanpa atap kebun—kemudian membandingkan suhu di dalam bangunan pada siang dan malam hari.

Sience S
Technology T
Engineering E
Mathematics M

Terkait

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Pendahuluan

Bayangkan kita berada di atap bangunan di kota dan melihat tanaman ke mana pun kita memandang. Saat ini di seluruh dunia, terutama di perkotaan, semakin banyak atap yang dijadikan lahan hijau. Kebun atap adalah langkah ramah lingkungan yang semakin disukai dan memiliki banyak manfaat, seperti menambah lahan tanam, memperindah lanskap kota, dan memperbaiki mutu udara. Saat melakukan proses fotosintesis, tanaman menyerap karbon dioksida dari udara dan melepaskan oksigen. Setelah satu tahun, lahan seluas 1,5 meter x 1,5 meter yang ditanami dengan rumput mampu menghasilkan oksigen yang cukup untuk manusia bernapas selama satu tahun!

Di samping itu, kebun atap menyerap panas sehingga memberikan perlindungan lebih baik terhadap bangunan dibandingkan atap asbes dan atap berlapis aspal dan kerikil. Mengingat atap terpapar sinar matahari selama berjam-jam setiap hari, suhu atap tradisional cenderung naik hingga melebihi suhu udara aktual. Atap pun kemudian melepas kembali panas ke lingkungan. Orang yang tinggal di kota besar, atau pernah mengunjungi pusat perbelanjaan yang dikelilingi gedung-gedung beton, mungkin dapat merasakan bahwa suhu di tempat-tempat itu berbeda dengan suhu di wilayah tepian kota atau perdesaan. Sebab, panas yang dilepaskan kembali ke lingkungan dari atap atau area dengan banyak gedung, seperti sebuah kota, bisa mengalami peningkatan suhu udara lokal sebesar 5–7°C! Fenomena inilah yang disebut juga dengan efek pulau panas perkotaan.

Kebun atap mungkin mampu mengatasi efek ini. Kebun atap memang menurunkan suhu permukaan maksimal pada atap, tetapi apakah perubahan itu akan terasa pada suhu dalam ruang di suatu bangunan? Bisakah kebun atap membantu menghemat energi dan menurunkan biaya listrik dengan menjaga suhu dalam ruang lebih sejuk pada hari-hari yang panas? Dalam kegiatan ini, murid akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan membuat dua simulasi bangunan—satu dengan atap kebun dan satu tanpa atap kebun—kemudian membandingkan suhu di dalam bangunan pada siang dan malam hari.

Tujuan Utama

Mengetahui apakah kebun atap dapat membantu menjaga suhu bangunan tetap sejuk.

Pertanyaan Panduan
  1. Apa yang dimaksud dengan kebun atap?
  2. Bagaimana kita bisa membuat kebun atap?
  3. Apa manfaat dan kerugian membuat atap kebun?
  4. Bahan-bahan apa saja yang biasanya digunakan untuk membuat kebun atap?